Vybes.id – Suasana di sekitar Jalan Syamsudin, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, tampak biasa saja pada siang hari. Arus lalu lintas berjalan lancar, motor dan mobil melintas tanpa hambatan berarti. Tak ada garis polisi, tak terlihat kerumunan. Padahal, beberapa jam sebelumnya, kawasan ini menjadi saksi bisu peristiwa pembacokan terhadap empat pemuda saat pergantian Tahun Baru 2026.
Read More : Basuki Tjahaja Purnama
Trotoar berlapis paving block abu-abu dengan guiding block kuning masih berdiri rapi. Di sampingnya, tembok beton tinggi penuh coretan grafiti menjadi penanda visual lokasi kejadian. Semua tampak normal, seolah tak pernah terjadi apa-apa.
Lokasi Strategis yang Berubah Jadi TKP
Tak jauh dari titik pembacokan, sekitar seratus meter dari Balai Kota Sukabumi, berdiri deretan rumah berpagar besi. Beberapa kendaraan terparkir di bahu jalan. Pejalan kaki berlalu-lalang tanpa menyadari bahwa mereka sedang melintas di lokasi aksi kekerasan.
Seorang warga sekitar mengungkapkan, kawasan tersebut memang kerap dijadikan tempat nongkrong anak muda, terutama saat malam hari. “Kalau malam tahun baru, biasanya ramai. Banyak yang kumpul,” ujarnya.
Namun malam itu berubah jadi mimpi buruk. Empat pemuda berinisial MY (27), MP (20), AA (19), dan MR (17) menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal.
Detik-detik Mencekam Malam Tahun Baru
Menurut warga, kejadian berlangsung cepat setelah suara petasan terdengar. Suasana mendadak ricuh, teriakan panik terdengar di mana-mana. Darah korban sempat menggenang di trotoar. “Kemarin masih kelihatan bekas darahnya. Sekarang sudah bersih, mungkin karena hujan,” tuturnya.
Saat kejadian, sebagian warga memilih bersembunyi. Rasa takut membuat mereka tak berani mendekat. Apalagi pelaku membawa senjata tajam.
Read More : Kenaikan Gaji Pensiunan Pns
Rekaman Video dan Kondisi Korban
detikJabar menerima video berdurasi 55 detik yang memperlihatkan gerombolan pemuda membawa golok dan parang. Teriakan “mawa bedog” terdengar jelas, membuat warga sekitar berhamburan menyelamatkan diri.
Humas RSUD R Syamsudin SH, dr Irfan Nugraha Triputra Irawan, membenarkan adanya empat korban pembacokan yang masuk IGD sekitar pukul 00.30 WIB, 1 Januari 2026. Dua korban sudah diperbolehkan pulang, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan intensif.
“Lukanya cukup serius, ada yang di telapak tangan, lutut, bahkan jari tengah hampir putus,” jelasnya.
Serangan Diduga Acak
Berdasarkan keterangan korban, sebagian sedang nongkrong, sementara lainnya hanya melintas. Pelaku diduga menyerang secara acak karena tidak saling mengenal. Kini, meski TKP sudah bersih, peristiwa ini menyisakan cerita sunyi dan trauma, terutama karena terjadi di jantung kota Sukabumi yang selama ini dikenal relatif aman.