Vybes.id – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan pentingnya pengelolaan DBHCHT 2026 Kota Sukabumi yang disiplin dan berorientasi dalam pembukaan Rapat Koordinasi Rencana Kerja Pemerintah (Rakor RKP) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.
Read More : Startup Agritech Sukabumi Ciptakan Solusi Smart-farming, Petani Puas
Acara yang digelar di Hotel Balcony, Kamis (11/12), dihadiri seluruh jajaran kepala perangkat daerah. Bobby menekankan bahwa DBHCHT bukan sekadar “anggaran pelengkap”, melainkan instrumen negara dengan mandat jelas dan tujuan nyata bagi masyarakat.
Pentingnya Pengelolaan DBHCHT yang Profesional
Dalam forum yang dihadiri Bappeda, BPKPD, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Diskop UKM Perindag, Diskominfo, Satpol PP, DKP3, DPMPTSP, Disporapar, serta Tim Pengelola DBHCHT, Bobby menyampaikan pesan tegas: setiap rupiah DBHCHT harus menghasilkan output nyata, bukan hanya kegiatan simbolis.
“DBHCHT bukan ruang untuk program seremonial. Ini mandat negara. Setiap kegiatan harus memberi manfaat nyata dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Bobby.
Tiga Pilar Pengelolaan DBHCHT
Bobby menekankan tiga komitmen utama bagi perangkat daerah yaitu:
1. Dampak Nyata bagi Masyarakat
Program DBHCHT harus fokus pada sektor kesehatan, ekonomi, dan penegakan peraturan cukai, sehingga manfaatnya langsung dirasakan publik.
2. Ketertiban Regulasi
Semua kegiatan wajib patuh pada juknis dan aturan nasional, menjamin transparansi dan penggunaan dana sesuai ketentuan.
3. Kolaborasi Lintas Perangkat Daerah
Pengelolaan DBHCHT tidak boleh ego sektoral. Sinergi antarperangkat menjadi kunci efektivitas, pengukuran, dan keberlanjutan program.
Read More : Cdia
Bobby menambahkan, kendala utama bukan hanya soal anggaran, tetapi lemahnya keterkaitan program dengan kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, Rakor RKP DBHCHT 2026 harus menjadi momentum pembenahan agar program lebih terukur, tepat sasaran, dan berdampak nyata.
Rakor RKP DBHCHT 2026: Titik Balik Pengelolaan Dana
Setelah arahan, Bobby secara resmi membuka Rakor Penyusunan Rencana Kegiatan dan Penganggaran DBHCHT 2026 dengan tema:
“Meningkatkan Kolaborasi untuk RKP DBHCHT 2026: Tepat Sasaran, Patuh Aturan, dan Memberi Dampak Nyata.”
“Rakor ini menunjukkan Pemkot Sukabumi ingin DBHCHT dikelola disiplin tinggi dan berorientasi manfaat, bukan sekadar dihabiskan,” tegasnya.
Dengan pendekatan ini, setiap rupiah DBHCHT diharapkan menjadi investasi nyata untuk kesehatan, ekonomi, dan ketertiban masyarakat Kota Sukabumi, bukan sekadar angka dalam anggaran.