Empat Pemuda Jadi Korban Pembacokan Saat Perayaan Tahun Baru 2026 di Sukabumi!

korban pembacokan

Vybes.id – Euforia malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Sukabumi berubah jadi mimpi buruk. Di tengah gemerlap kembang api dan keramaian pusat kota, empat pemuda justru menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal. Peristiwa ini terjadi di Jalan Syamsudin, Kecamatan Cikole, hanya sekitar 100 meter dari Balai Kota Sukabumi, Kamis (1/1/2026) dini hari.

Read More : Amir Uskara

Empat korban dalam insiden ini masing-masing berinisial MY (27), MP (20), AA (19), serta MR (17). Insiden berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, saat suasana kota masih dipenuhi warga yang merayakan pergantian tahun.

Kronologi Pembacokan di Tengah Keramaian Kota

Menurut keterangan saksi mata, suasana awalnya terlihat normal. Keramaian warga dan pengunjung toko masih terasa. Namun, tiba-tiba terdengar keributan yang membuat orang-orang berhamburan keluar.

Seorang saksi yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut saat melihat para korban sudah bersimbah darah. Tanpa banyak bicara, teman-teman korban langsung membawa mereka ke rumah sakit terdekat.

โ€œAwalnya ramai biasa, tapi mendadak ricuh. Pas dilihat, korban sudah banyak darah, lalu dibawa ke rumah sakit. Saya juga tidak tahu masalahnya apa,โ€ ujarnya.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Keempat korban langsung dilarikan ke IGD RSUD R Syamsudin SH (Bunut). Humas RSUD, dr Irfan Nugraha Triputra Irawan, membenarkan pihaknya menerima empat pasien korban pembacokan pada malam tersebut.

Pihak rumah sakit membagi korban ke dalam dua kelompok berdasarkan tingkat keparahan luka. Dua korban mengalami luka ringan berupa sabetan di pipi, bahu kiri, dan punggung, lalu diperbolehkan pulang setelah mendapat jahitan dan obat-obatan.

Read More : Demo 30 September 2025

Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka serius. Salah satunya mengalami cedera berat di tangan hingga jarinya nyaris putus. Saat ini, korban tersebut masih menjalani perawatan intensif dan menunggu evaluasi dokter spesialis ortopedi sebelum tindakan lanjutan dilakukan.

Dugaan Penyerangan Acak dan Penyelidikan Polisi

Berdasarkan keterangan korban, aksi pembacokan ini diduga dilakukan secara acak. Para korban mengaku tidak mengenal pelaku dan tidak memiliki masalah sebelumnya. Sebagian korban bahkan hanya sedang melintas di lokasi kejadian.

Polisi telah mendatangi lokasi dan memeriksa sejumlah titik, termasuk rekaman CCTV. Namun, hingga kini belum ditemukan kamera yang merekam langsung detik-detik pembacokan.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum memberikan keterangan resmi terkait identitas maupun pengejaran pelaku. Peristiwa ini pun menjadi pengingat pahit bahwa euforia Tahun Baru tetap perlu diiringi kewaspadaan.